Selasa, 17 Februari 2015

Daun Bawang Dalam Seporsi Bubur Ayam

     Setiap sesuatu memiliki tempatnya masing masing, peran yang di jalankan kadang sangat menyedihkan tapi bukan satu alasan lantas menghinakan diri sendiri dan menganggap tak berarti. Setiap hal terjadi karena suatu alasan, apapun peranmu di dalam sebuah lingkungan jangan lah merasa minder dan malu, sebab pasti ada potensi dirimu yang belum kau temukan, carilah itu, kenali dan manfaatkan lah sebaik baiknya.

     Mungkin saat ini kau hanya sebagai pelengkap, hanya sesuatu yang kurang penting dan bahkan keberadaanmu seringkali terabaikan, seperti daun bawang didalam seporsi bubur ayam, tapi yakinlah dirimu adalah suatu potensi yang belum tergali, suatu saat kau akan menemukan tempatmu yang layak yang akan dilihat orang lain, mengharumkan dirimu dan membawa sesuatu yang berharga untuk lingkunganmu.


                     

     Daun bawang hanyalah bagian kecil yang tidak penting, dan tak dipentingkan. Tapi bubur ayam tanpa daun bawang tidaklah lengkap, dia adalah pelengkap yang tanpa dia takkan lengkap seporsi bubur ayam itu, dan pasti seorang pedagang bubur ayam akan tetap mencari dan menyediakan daun bawang itu dalam setiap hari berjualan.


     Walau bukan penyempurna, tapi pelengkap tetaplah dibutuhkan walau hanya seperti daun bawang, kadang sesuatu yang sempurna takkan jadi indah tanpa dilengkapi dengan pelengkap, yang indah itu adalah ketika semua sudah sempurna dan lengkap.




Tidak ada komentar: